Diagram Tabulasi Sirekap Mendadak Hilang, KPU Sebut soal Kebijakan Baru, Dikritik Timnas AMIN

TRIBUNKALTIM.CO – Diagram tabulasi Sirekap mendadak hilang, KPU sebut soal kebijakan baru, dikritik Timnas AMIN.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menuai sorotan dengan hilangnya diagram tabulasi perolehan suara di Sirekap.

Di media sosial X, hal ini pun menjadi sorotan netizen.

Timnas AMIN pun mengkritik KPU soal Sirekap.

Baca juga: 2 Dapil Sumber Perolehan Suara PSI Terbanyak untuk Pileg 2024 DPRD Balikpapan Hasil Pleno KPU

Baca juga: Resmi KPU! Hasil Perolehan Suara Caleg DPRD Balikpapan di 6 Dapil pada Pemilu 2024, Siapa Lolos?

Baca juga: 30 Caleg di DPRD Paser yang Unggul Suara dan Berpotensi Lolos versi Real Count KPU

Hilangnya diagram hingga bagan perolehan suara Pilpres 2024 dan Pileg 2024 dalam Sistem Rekapitulasi Suara (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara mendadak menjadi sorotan.

Diketahui hal itu terjadi sejak Selasa (5/3/2024) malam pada situs resmi pemilu2024.kpu.go.id milik KPU.

Oleh karena itu, tak ada diagram perolehan suara pilihan presiden serta chart hasil perolehan suara pemilu legislatif DPR, DPRD, dan DPD.

Saat menanggapi hal itu, juru bicara Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), Billy David Nerotumilena, menilai dari awal Sirekap memang sudah bermasalah.

Juru bicara Timnas capres-cawapres Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) Billy David Nerotumilena, Rabu (6/12/2023) (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Bahkan, menurutnya Sirekap yang seharusnya menjadi data pijakan masyarakat justru penuh kontroversi.

“Dari semalam diagram tabulasi hilang, bukan hanya suara Pilpres, suara partai dan suara caleg yang sebelumnya hilang,” ucap Billy, Rabu (6/3/2024) dikutip dari WartaKotaLive.com.

Seharusnya, kata Billy, Komisioner KPU menyosialisasikan terlebih dahulu apabila ada gangguan.

Baca juga: Daftar 25 Caleg DPRD Bontang yang Unggul Perolehan Suara Versi Real Count KPU Pileg 2024

Yang terjadi saat ini, KPU memberikan penjelasan setelah kejadian tersebut terjadi.

“Sehingga, lagi-lagi menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.”

“KPU jangan terus-terus membuat masyarakat bingung, karena masyarakat begitu peduli mengawal suara dan mengawal proses Pemilu,” kata Billy.

 

Updated: Maret 6, 2024 — 6:05 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *