Apa Itu Pilres 2 Putaran dalam Pemilu? Simak Penjelasan dan Informasinya

TRIBUNKALTIM.CO – Inilah penjelasan dan informasi apa Itu pilpres 2 putaran dalam Pemilu? simak penjelasan dan informasinya terkait Pemilu 2 putaran.

Pemilu 2 putaran adalah sistem pemilihan umum yang diterapkan jika pada tahap pemungutan suara putaran pertama tidak ada pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) yang berhasil mencapai suara minimal yang diwajibkan oleh perundang-undangan yang berlaku.

Pada umumnya, suatu sistem pemilu mengatur persyaratan jumlah suara minimal yang harus diperoleh oleh seorang calon presiden dan wakil presiden agar dapat dinyatakan sebagai pemenang dalam putaran pertama.

Jika tidak ada satu pasangan calon pun yang memenuhi persyaratan tersebut, maka sistem pemilu 2 putaran akan diterapkan.

PEMILU 2 PUTARAN. Inilah penjelasan dan informasi apa Itu pilpres 2 putaran dalam Pemilu? simak penjelasan dan informasinya terkait Pemilu 2 putaran. (Tribunnews.com/Chaerul Umam-Jeprima-Irwan Rismawan)

Dalam pemilu 2 putaran, proses pemilihan dilanjutkan ke putaran kedua, di mana hanya pasangan calon yang menempati dua posisi teratas dalam perolehan suara putaran pertama yang diizinkan untuk bertarung kembali.

Pasangan calon dengan perolehan suara terendah pada putaran pertama akan dieliminasi dari kompetisi.

Pada putaran kedua, pemilih kembali memberikan suara mereka, dan pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak pada putaran ini akan dinyatakan sebagai pemenang dan memenangkan posisi presiden dan wakil presiden.

Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa pasangan calon yang terpilih memiliki dukungan mayoritas dari pemilih dan mendukung prinsip-prinsip demokrasi representatif.

Baca juga: Rekam Jejak Dandhy Laksono Sutradara Dirty Vote, Bukan Kali Pertama Rilis Film di Masa Tenang Pemilu

Pemilu 2 putaran dapat ditentukan setelah dilakukan perhitungan suara secara keseluruhan.

Dalam konteks Pilpres 2024, aturan perhitungan suara mengacu pada Undang-Undang Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017.

Berdasarkan Pasal 416 ayat 1 regulasi tersebut, pasangan capres-cawapres bisa dinyatakan menang satu putaran jika memenuhi sejumlah persyaratan

“Pasangan Calon terpilih adalah Pasangan Calon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen (lima puluh persen) dari jumlah suara dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dengan sedikitnya 20 % (dua puluh persen) suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 1/2 (setengah) jumlah provinsi di Indonesia.

Dalam contoh tersebut, jika pasangan calon A berhasil memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) dengan perolehan suara sebesar 52 persen dan unggul di 25 dari 38 provinsi di Indonesia pada putaran pertama, maka pasangan calon A memenuhi syarat untuk memenangkan Pilpres dalam satu putaran.

Dalam konteks ini, persyaratan kemenangan adalah memperoleh lebih dari 50 persen suara secara nasional dan minimal 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Sumber: Tribun Kaltim

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Updated: Februari 13, 2024 — 10:18 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *